Sabtu, 26 Maret 2016

Manusia dan Keindahan


A. KEINDAHAN
Keindahan adalah yang berarti bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda  yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Keindahan juga adalah sifat yang bias kita rasakan, yang memiliki kepuasan tersenidir ketika kita melihatnya atau merasakannya dan keindahan juga identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

APAKAH KEINDAHAN ITU ?
Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis–“beau”, sedang Italia dan spanyol “belld’ berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk’ pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum. Menurut cakupannya orang hams membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan raja. Disamping itu-terdapat pula perbedaan menunit luasnya pengertian, yakni:
a)      keindahan dalam arti yang luas
b)      keindahan dalam arti estetis mumi
c)      keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur.) dan hamlonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi

a.       keindahan seni
b.      keindahan alam
c.       keindahan moral
d.      keindahan intelektual

Keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.Sedangkan keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna. keindahan pada dasamya adalah sejumlah kualitas,pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast). Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan inderawi kits (beauty is unity of formal relations of our sense perceptions).
Sebagian filsuf lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan (pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.

B.NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
“The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group”. ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk me imuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik atau ukuran keindahan dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory. value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat balk dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

Contoh :
a. puisi bentuk puisi y terdiri dari bahasa, diksi, bans, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
b.Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya.Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

C. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong utuk merasakan, menikmati keindahan. Bagi scorang seniman selera seni lebih dominan dibandingkan dengan orang bukan seniman. Bagi orang bukan seniman mungkin faktor ekstansi lebih menonjol. Jadi, ia lebih suka menikmati karya seni daripada menciptakan karya seni. Dengan kata lain, ia hanya mampu menikmati keindahan tetapi. tidak mampu menciptakan keindahan.

MENGAPA MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.
1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terwujud dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.
2) Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.
Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.
3) penderitaan manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.
Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan dan hanyalah membuat manusia merasa terpuruk.
4) Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tirua terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan yang diciptakan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

D. KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK
Dalam buku AN Essay on Man (1954), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pemah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795-1821) sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata :
A thing of beuty is a joy forever its loveliness iscreases; it wil never pass into nothingness
Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dalam sajak di atas, Keats mengambil bahannya dari Endymion yang terdapat dalam mitologi Yunani kuno. Endymion dalam mitologi itu sendiri mempakan penjabaran dari konsep keindahan pada jaman Yunani kuno. Menurut mitologi Yunani ini, Endymion adalah seorang gembala yang oleh pars dewa diberi keindahan abadi. Dia selalu muda, selamanya tidur, dan tidak pemah diganggu oleh siapapun. Menurut Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jurnlahnya. Mereka mempunyai negatif capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak menentu dan misterius tanpa mengganggu keseimbangan jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan.
Mengenai keindahan, Coleridge mengutip Shakespeare (1564-1616) dalam karyanya midsummer; night: Thing base and vile holding no quality/ love can transpose to form and dignity”, yaitu sesuat yang rendah dan tidak menpunyai nilai, dapat berubah dan menjadi berarti. Inilah yang menggelisahkan Coleridge. Dia menggunakan tembakau sebagai contoh: karena kekuatan kebiasaanlah, maka tembakau yang sebenamya tidak enak dapat menjadi nikmat. Perubahan ini dapat mempenganilhi imajinasi: dengan merasakan nikmatnya tembakau maka dalam angan-angan seseorang, segala sesuatu yang berhubungan dengan tembakau dapat menjadi indah.
Kegelisahan Coleridge ini tercermin dalam “Frost at midnight (1798), sebuah sanjak mengenai salju tipis yang tunin di tengah malam. Salju inilah yang baginya merupakan hal sesaat. Jatuhnya salju ini mengingatkan Coleridge pada dusunnya yang penuh sesak orang. Disini proses imajinasinya mulai tumbuh. Keindahan adalah sublimasi yang terjadi karena kebebasan menyendiri dan hikmah ketidakberdosaan.
Selanjutnya Keats membedakan antara orang biasa dan seniman, dan antara seniman biasa dan seniman yang baik yang dapat mencipta sesuatu yang indah menurut dia. Pada sesuatu kesempatan is melihat lukisan “Death on the Pale Horse”, karya pelukis West, misalnya, yaitu mengenai seseorang yang coati di atas kuda yang pucat, dia langsung berpendapat bahwa West bukanlah seniman yang baik. Menurut Keats, West tidak mempunyai cukup negative capability.
Pada hakekatnya negative capability adalah suatu proses. Keraguan, ketidaktentuan dan misteri adalah suatu proses. Proses inilah yang membuat seseorang menjadi kreatif. Dan dari proses tersebut menghasilkan hasil yang indah.
Ada persamaan hakiki antara J.Keats dan Coleridge dalarn menanggapi hal-hal sesaat. Bagi mereka hal-hal sesaat adalah pelatuk yang meledakkan imajinasi dan imajinasi ini langsung membentuk keindahan.

E. RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam, atau mengingat kembali kejadian-kejadian yang telah terjadi hingga mendalam. Renungan adalah hasil dari merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.
  1. TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak, garis, wama, suar dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata mernindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
  1. TEORI METAFISIK
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory).
  1. TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasaikan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman.
Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagi suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

F. KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.
Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian hams dipadukan wamanya bagian atas dengan bagian. bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cars memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasamya adalah sejumlah kualitas / pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity).
Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauti is unity of formal relations among our sence-perception). Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan.

  1. TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif.

Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan menmpakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam alam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori obyektif dan teon subyektif.
Pendukung teon obyektif adalah Plato, Hegel dan Bernard Bocanquat, sedang pendukung teon subyektif ialah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke.
Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan dari si pengamat itu. Yang tergolong teori subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.

  1. TEORI PERIMBANGAN

Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kwalita dari benda-benda: Kwalita bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telah dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang bertahan sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Empa. Sebagai contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar.
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Bangsa Yunani menemukan bahwa hubungan-hubungan matematik yang cermat sebagaimana terdapat dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat diwujudkan dalam benda-benda bersusun yang indah.
Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi sampai abad ke 17 masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya.
Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-benda. Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.

Kesimpulan:
Keindahan adalah suatu hal yang dapat memenuhi perasaan kita menjadi bahagia, keindahan dapat berwujud benda yang dapat kita lihat, pegang, bahkan digunakan atau kehidupan yang tidak dapat kita lihat akan tetapi dapat dirasakan, dan dapat memuaskan perasaan kita akan rasa keindahan. Keindahan dalam segi pola pikir setiap manusia berbeda-beda, setiap manusia mempunyai ukuran-ukuran keindahan terhadap sesuatu yang mereka lihat atau rasakan, ketika sesuatu hal syarat keindahannya telah terpenuhi maka akan ada rasa kepuasan tersendiri yang dirasakan. Tuhan menciptakan keindahan di dalam dunia ini baik itu berupa tempat tinggal (bumi), ataupun sebuah kehidupan yang Tuhan rancang untuk setiap manusia. Kehidupan yang Tuhan berikan adalah sebuah rencana kehidupan seseorang yang berada dalam sebuah skenario nyata kehidupan, hidup tidak selalu berjalan kehidupan bahagia ataupun tawa, akan selalu ada bumbu-bumbu dalam sebuah cerita kehidupan yang membuat kehidupan tak selalu merasa bahagaia, akan ada waktu waktu kita mengalami duka, tapi juga akan ada saatnya waktu kita untuk merasakan sukacita, Apa maksudnya? Kenapa keindahan dikaitkan oleh sukacita atau dukacita? Karena sukacita dan dukacita itulah yang menciptakan sebuah keindahan, keindahan yang berupa hasil dari buah kesabaran. Jadi keindahan tidak hanya bersifat selalu dapat kita lihat, tapi keindahan juga adalah sifat yang dapat kita rasakan, dan wujud dari keindahan harus kita wujudkan dalam bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

“Bersukacitalah senantiasa” 1 Tesalonika 5:16

Minggu, 20 Maret 2016

Manusia Dan cinta kasih


A.  PENGERTIAN CINTA KASIH
Cinta adalah perasaan sangat suka atau sayang atau sangat tertarik di dalam hatinya. Sedangkan kata kasih adalah perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan kepada seseorang atau sesuatu. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) yang ditujukan kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.

  • Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut :
  • ·         Cinta bersifat manusiawi
  • ·         Cinta bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
  • ·         Cinta menunjukkan perilaku member, sedangkan nafsu cenderung menuntut


Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :
·         Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya
·         Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas  suka rela
·         Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya
·         Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia

    B.  KASIH SAYANG
Erich Fromm dalam bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu :

  • ·         Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta Persaudaraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
  • ·         Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya
  • ·         Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
  • ·         Cinta terhadap Tuhan


    C.  KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih. Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu :
            Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber. Pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat
            Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun awal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
              Kemesraan Manusia Usia Lanjut, terjadi di saat usia tua atau lanjut, biasanya kemesraan ini terjadi dalam rumah tangga yang sudah bertahun-tahun bertahan, dan bisa disebut kemesraan yang abadi.

 D. CINTA KASIH MENURUT PANDANGAN AGAMA

·         Menurut pandangan Agama Islam
Cinta secara bahasa adalah suka sekali dan senang sekali. Cinta secara istilah ialah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhoi Allah.

Dalam Islam, kasih sayang adalah identitas dan asas iman. Hal itu merupakan bukti pengaruh agama terhadap hati nurani, seperti halnya ia juga merupakan kesaksian jiwa manusia yang menurut term (istilah) Islam belum akan diakui beragama bila ia tidak memiliki perasaan kasih sayang.

Allah berfirman: Katakanlah: “Jika bapa-bapa (para pembesar dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada mencintai Allah dan Rasulnya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab/siksaan)-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.( Al-Qur’an Surat At-Taubat, 9: 24)

·         Menurut pandangan Agama Kristen
Cinta di dalam Alkitab, ada empat kata yang bisa diterjemahkan sebagai cinta dalam bahasa Yunani, Mereka adalah agape, phileo/philia, storge, dan eros.
1.      Agape adalah kata yang digunakan ketika merujuk kepada kasih Allah (lihat 1 Yohanes 4:7-12,16b; atau Yohanes 3:16). Agape juga adalah kasih karena apa yang seseorang lakukan dan bukan apa yang seseorang rasakan.
2.      Phileo artinya “memiliki ketertarikan khusus kepada seseorang atau sesuatu, yang dekat kepada kita, memberi perasaan kita, menganggapnya sebagai seorang saudara.” Phileo ini sebenarnya lebih baik diterjemahkan sebagai “sangat menyukai” atau “persahabatan sejati”. Kata ini agak berbeda kalau diterjemahkan dengan kata dalam bahasa Inggris “love”, tetapi lebih tepat dengan “strongly like”. Kata ini mungkin bisa kita terjemahkan dengan kata “suka” atau “menyukai”.
3.      Storge adalah kasih antara orangtua dan anaknya, atau terhadap saudara kandung, dan juga antara suami dan istri dalam pernikahan yang baik dan sehat (lihat Roma 12:9-10) Hendaklah kasih (agape) itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.12:10Hendaklah kamu saling mengasihi (phileo/philiastorgos sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” Atau, “Hormatilah ayah dan ibumu (Kej. 20:12/terjemahan Yunaninya menggunakan storge)”
4.      Eros digambarkan cinta hawa nafsu/seksual, yaitu cinta secara badaniah. Eros adalah asal kata erotica, dan juga digunakan untuk merujuk kepada dewa cinta dari Yunani. Kata ini sebenarnya tidak pernah muncul dalam Alkitab.
5.      Telo, adalah kasih terhadap diri sendiri, dia lebih mencintai dirinya sendiri dibanding lainnya dan sikap ini disebut egois, karena lebih mementingkan dirinya sendiri daripada yang lain, bahkan tak mempedulikan yang lain.
Apa perbedaan antara agape dan phileo/philia. Teks yang bisa menggambarkan perbedaan ini ada di Injil Yohanes. Waktu itu Tuhan Yesus dan Yohanes sedang bercakap-cakap mengenai kesungguhan kasih Yohanes terhadap Tuhan Yesus. Percakapan ini akan semakin jelas kalau kita mencantumkan kata Yunani yang digunakan dalam kitab Yohanes 21:15-18.
Yohanes 21:15: “Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi (agapao) Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi (phileo) Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”21:16Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi (agapao) Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi (phileo) Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”21:17Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi (phileo) Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?”* Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi (phileo) Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Kalau kita melihat percakapan ini, maka kita melihat ada perbedaan pertanyaan dan jawaban. Ketika Yesus bertanya mengenai agape atau kasih yang tulus dan penuh pengorbanan dari Petrus terhadap dirinya, Petrus hanya menjawab bahwa dia mengasihinya seperti seorang saudara philia. Petrus tidak bisa mengasihi Yesus dengan agape. Yesus yang menyadari ketidakmampuan Petrus ini akhirnya mengubahnya di pertanyaan ketiga, dan menanyakan philia.
Agape = Kasih yang memberi beraksi.
Seperti yang sudah diterangkan di atas, agape adalah kasih yang menuntut aksi dari kita. Agape bukanlah kasih yang hanya berada dalam level perasaan, tetapi juga menuntut aksi, menuntut adanya perbuatan, bahkan perbuatan yang memberikan pengorbanan diri. Ini adalah jenis kasih yang tertinggi, dan yang tidak bisa Petrus berikan kepada Tuhan Yesus seperti yang ditunjukkan dalam percakapan mereka di atas.
kata kasih (agape)di dalam Alkitab yang selalu diikuti dengan tindakan/aksi:
Ø  Yoh. 3:16: Karena begitu besar kasih (agape) Allah akan dunia ini, sehingga Ia memberikan (sebuah aksi) anakNya yang tunggal…
Ø  Matius 5:44: Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah (agape) musuhmu dan berdoalah (aksi) bagi mereka yang menganiaya kamu.
Ø  Yoh. 14:24a: Barangsiapa tidak mengasihi (agape) Aku, ia tidak menuruti (aksi) firman-Ku;

·         Menurut pandangan agama Buddha
Nikaya Pali juga memuat satu kata cinta yang berbeda dengan cinta yang telah disebutkan di atas, cinta kasih yang dipancarkan secara universal (tak terbatas) kepada semua makhluk dan cinta kasih yang tanpa pamrih, yaitu: Metta.
Metta adalah bagian pertama dari empat kediaman luhur (Brahma Vihara) atau empat keadaan yang tidak terbatas (Apamanna). Bagian lainnya, yaitu Karuna (kasih sayang), Mudita (simpatik), dan Upekkha (keseimbangan batin).
Metta adalah rasa persaudaraan, persahabatan, pengorbanan, yang mendorong kemauan baik, memandang makhluk lain sama dengan dirinya sendiri. Metta juga suatu keinginan untuk membahagiakan makhluk lain dan menyingkirkan kebencian (dosa) serta keinginan jahat (byapada).
Metta berbeda dengan piya, pema, rati, kama, tanha, ruci dan sneha yang hanya menimbulkan nafsu dan kemelekatan. Pengembangan Metta dapat mengantarkan kita pada pencapaian kedamaian Nibbana (Mettacetto vimutti), seperti yang dinyatakan Sang Buddha dalam Dhammapada 368.

·         Menurut pandangan Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama Wahyu dan agama alami. Oleh karena itu, ia adalah agama Cinta Kasih. Agama yang amat luwes, agama yang berdasarkan pada Cinta Kasih, agama yang memiliki tujuan Cinta Kasih, dan juga agama yang dijalankan di dalam Cinta Kasih. Agama Hindu amat mementingkan pengembangan cinta kasih bukan hanya kepada sesama umat manusia tetapi kepada sesama makhluk hidup. Cinta kasih kepada sesama anggota keluarga, kepada sesama umat manusia tidak dipandang sebaga cinta kasih yang istimewa. Kesadaran bahwa seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar sangat membantu orang untuk mengembangkan cinta kasih universal ini.


        
E. Belas kasih
Kasih sayang atau belas kasih ialah sifat yang terdapat baik pada Allah maupun pada manusia.
Belas kasih adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh semua manusia. Mungkin banyak yang mengira ini melulu tentang uang. Bila orang berbelas kasih kepada orang lain berarti ia lalu membantu orang itu secara finansial.
Namun tidak hanya itu, semua orang hidup di bawah belas kasih orang lain. Bagaimana tidak, seberapa pun banyak uang yang kita miliki, jika kita sakit dan pergi berobat ke dokter, kita tergantung pada belas kasihan dokter. Jika kita mendapat dokter yang tidak berbelas kasihan—hanya dimotivasi uang—penyakit kita tidak ia sembuhkan, malahan mungkin makin parah demi kita membayar lebih banyak. Maka Wapres pun pernah mengeluhkan kondisi ini karena akibat ketidakpercayaan terhadap dokter Indonesia, banyak orang memilih berobat ke Singapura.
Bahkan dalam keseharian kita pun kita harus ingat bahwa kita hidup dalam belas kasihan orang lain. Terutama di jalan raya, di saat kita harus menyeberang jalan raya terutama yang tidak terdapat jembatan penyeberang orang ataupun zebra cross, kondisi ini mengharuskan pejalan kaki untuk menyeberang dengan hati-hati, tanpa adanya belas kasihan dari pengemudi motor atau mobil, pejalan kaki tersebut mungkin tidak akan bisa menyebrang atau bisa terjadi kecelakaan karna tidak ada rasa belas kasihan dari pengemudi yang selalu merasa terburu-buru tanpa memikirkan betapa sulitnya pejalan kaki tersebut untuk menyeberang.
Didalam kehidupan ini kita juga harus memohon belas kasihan Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan adalah pribadi yang penuh dengan belas kasih dan pribadi yang murah hati. Sejak zaman Adam, Dia memberikan belas kasih yang tak terkira, mengingat dosa dan kejahatan manusia yang sangat besar.
Sebagai representasi Allah, Yesus Kristus menunjukkan belas kasih yang sangat besar. Belas kasih terbesar pengorbanan-Nya di kayu salib yang membebaskan kita dari cekikan dosa. Seperti yang tertulis dalam Ibrani 8:12, “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”
Lalu bagaimana dengan kita yang sudah ditebus dari dosa ini? Ada dua hal yang harus kita lakukan:Selalu mengingat bahwa kita hidup di bawah belas kasihan, terutama belas kasihan Tuhan. Seperti firman-Nya dalam Roma 9:15, “Sebab Ia berfirman kepada Musa: ‘Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.’” Tanpa belas kasih-Nya, sebenarnya kehidupan kita sia-sia, bahkan bisa dikatakan sebenarnya kita sudah mati.
Menaruh belas kasih kepada orang yang lebih lemah daripada kita. Kitab Amsal 19:17 mengatakan, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” Kita orang-orang yang sudah memperoleh belas kasihan Tuhan, sudah seharusnya menyebarkan kasih kepada orang lain sebagai duta-duta Tuhan di dunia ini.

KESIMPULAN
            Kita sebagai manusia harus saling mengasihisatu sama lain, seluruh ajaran agama mengajarkan bahwa kita harus saling mengasihi, mengasihi Tuhan, mengasihi sesama. Adanya kasih dalam lingkungan sangat penting, karna kasih dapat menyatukan kita semua, kasih menyatukan banyak perbedaan, kasih dapat meluluhkan benteng kebencian, sekuat-kuatnya tembok kebencian akan dapat runtuh dengan satu sentuhan kasih, karna kekuatan kasih sangat kuat untuk menghancurkan perbedaan. Maka dari itu karena masyarakat Indonesia  terdiri dari berbagai agama, ras, dan sebagainya kita harus mempunyai jalinan ikatan kasih antara sesama masyarakat.

Sabtu, 12 Maret 2016

Manusia dan Kesusastraan

Pendekatan Kesusastraan

Kehidupan manusia seiring berjalannya waktu kebudayaaan di masyarakat akan semakin berkemban sehingga munculah seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya di masyarakat. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat. Munculnya sastra di keidupan masyarakat adalah bertujuan untuk menuangkan gagasan atau pola pikir ke dalam sebuah seni baik berupa puisi, cerpen, atau sastra lainnya.

Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan dari imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi :
· Dongeng: Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
· Hikayat: Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
· Sejarah: Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul.

Prosa baru Meliputi :
· Kisah: Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
· Cerpen: Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya,
· Novel: Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
· Biografi: Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
· Otobiografi: Biografi yang ditulis oleh subyeknya.

Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi yang berupa penghayatan jiwa seorang penyair dalam mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang indah, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.      Figura bahasa
2.      Kata – kata yang bermakna ganda.
3.      Kata – kata berjiwa.
4.      Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.

Tujuan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sebagai
berikut :
1.      Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3.      Puisi dan keinsyafan social

Nilai - nilai dalam prosa fiksi
Sebagai seni yang bertulang panggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawa moral, pesam atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
  1. Prosa fisksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenagan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tidak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
  1. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam nivel sering kita dapat belajar sesiatu uang lebih daripada sejarah atau lapiran jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehiduoab yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali.
  1. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimulai imajinasi, dan merupakan sarana bagi peminfajan uang tak henti-hentinya dan warisan budaya bangsa. Novel se[erti Siti Nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat, layar terkembang mengungkapkan impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti jalan taka da ujung, missal menggambarkan suatu tindakan heroism yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi mengalami secara fisik. Dan oleh karena mahasiswa tidak mengalami secara fisik itulahm jiwa kepahlawanan perlu disentuh melalui hasil-hasil sastra.
  1. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-oengalan dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
Kejadian yang tak mungkin menjadi mungkin yang terdapat dalam fiksi inilah yang memungkinkan pembaca untuk dapat memperluas dan memperdalam persepsi dan wawasannya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan di luar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya. Seorang dokter yang dianggap memiliki status sosial tinggi, tetapi tenyata mendatangi perempuan simpanannya walaupun dengan alasan-alasan psikologis, seperti dikisahkan dalam novel belenggu, adalah cintih kemungkinan yang tidak mungkin. Tetapi justru dari sinilah pembaca memperluas perspektifnya tentang  kehidupan manusia.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jmannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya. Kebanyakan karya sastra Indonesia di jaman Jepang yang dikelompokkan ke dalam kelompok ini.
  2. Karya sastra yang menyuarakan jamannya, biasa tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuaty, akan tetapi untuk merenung. Kedua macam karya sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan dengan jalan menyajikan interaksi tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyai temperamen, pendirian, dan kemauan yang berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan konflik. Konflik dapat terjadi baik di dalam tokoh sendiri maupun diantara tokoh satu dengan lainnya.

Ilmu Budaya Dasar Yang Di Hubungkan Dengan Puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang unsur dari kebudayaan. puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, nyang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.
Tulisan yang bersifat kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1.      Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
2.      Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.      Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.      Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.      Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

contoh puisi :
Kebisuan dalam hati

Kamu
Kamu bagai setetes tinta
Tinta yang tertetes ke sebuah kertas
Dan tinta itu menyebar ke permukaan kertas

Tatapan mu
Bagai lampu sorot
Yang dapat menarik perhatianku
Tapi tak dapat ku jangkau karena terangnya cahaya

Ketika kamu ada
Aku senang
Tapi saat itu juga
Jarak yang memisahkan kita

Kita dihalangi oleh sebuah jurang
Jurang pemisah
Antara si keju
Dan si singkong

Apalah dayaku
Cinta tak tersampaikan
Hanya dapat ku simpan dalam hati
Dan membisu dalam dekapan kesunyian


Jumat, 04 Maret 2016

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibanding yang lainnya, kenapa? Karena manusia tidak hanya diciptakan memiliki tubuh,jiwa, dan roh, tetapi manusia juga diciptakan untuk memiliki akal pikiran, akal pikiran untuk bisa berpikir secara luas ataupun memutuskan sesuatu.


 Dan pada hakikatnya manusia adalah:
1.      Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya
2.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3.      Makhluk yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.      Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri , membantu orang lain dan membuat dunia untuk ditempati.
6.      Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudannya merupakan ketakterdugaan dengan pitensi yang tak terbatas.
7.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial
  
Manusia juga adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, sehingga kebanyakan dari manusia hidup dalam berkelompok, dari kehidupan manusia berkelompok inilah terbentuklah kebudayaan-kebudayaan.
Apa itu kebudayaan? Kebudayaan adalah suatu sikap atau cara hidup sekelompok manusia, dan diwariskan ke generasi selanjutnya. Kebudayaan dapat meliputi sitem politik, adat istiadat,bahasa,perkakas,pakaian, agama, bangunan, dan karya seni. Adanya kebudayaan dalam suatu kelompok manusia adalah untuk menjalin suatu komunikasi di dalam kelompok tersebut dan mempunyai sifat untuk mempererat jalin persaudaraan di dalam suatu kelompok tersebut.
Kebudayaan atau kehidupan masyarakat di Indonesia didominasi oleh kebudayaan bangsa timur. Kebudayaan bangsa timur terkenal dengan keramahtamahannya, seperti ketika saling bertemu saling memberi salam, tersenyum atau berbasa si menawarkan makanan atau minuman antara satu dengan lainnya. Bangsa timur juga sangat menjujung tinggi nilai-nilai moral atau norma-norma yang ada pada lingkungan masyarakat mereka.
Contohnya nilai kesopanan, seorang anak atau yang lebih muda harus menyalam tangan dan mencium tangan orang yang lebih tua yang tujuannya unuk menunjukan rasa hormat kepada yang lebih tua.
Kebudayaan atau kepribadian bangsa timur juga terkenal dengan sifat yang tidak individualisme dan salig tolong menolong antara yang satu dengan yang lainnya contohnya di Indonesia adanya kegiatan gotong royong yang diadakan dalam suatu daerah. Bangsa timur juga terkenal dengan ikatan tali silaturahmi yang kuat antara satu dengan lainnya, sehingga dapat mempererat jalinan antara individu satu dengan lainnya.

Kebudayaan memiliki 7 unsur, yaitu:
1.      Sistem bahasa
2.      Sistem pengetahuan
3.      Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
4.      Sistem peralatan hidup dan teknologi
5.      Sistem ekonomi/mata pencaharian hidup
6.      Ssitem religi
7.      Kesenian

Dari ketujuh unsur kebudayaan membuktikan bahawa adanya kaitan manusia dan kebudayaan,kaitannya apa? Kaitannya manusia dan kebudayaan adalah dari kebudayaan tersebut dapat terjalinnya sebuah komunikasi atau interaksi sosial antara individu satu dengan yang individu lainnya, contohnya dari sistem bahasa seorang yang berasal dari suku batak ketika bertemu dengan suku batak lainnya mereka bisa berinteraksi satu sama lain sehingga terbangunnya hubungan interaksi yang erat, karena mereka merasa memiliki kesamaan kebudayaan sehingga merasa adanya hubungan komunikasi yang erat.

Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu:
1.      Ide/gagasan adalah suatu pola pikir yang telah berkembang di masyarakat dan dipercayai sebagai pedoman.
2.      Aktifitas adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan masyarakat yang mempunyai tujuan untuk menunjukan rasa syukurnya kepada Tuhan contohnya upacara panen padi dan kegiatan tersebut telah turun temurun dilakukan.
3.      Peninggalan, adalah hasil karya atau benda yang diturunkan dari generasi ke generasi yang bersifat diwariskan dan sebagai bukti bahwa adanya kebudayaan.

Adanya wujud kebudayaan yang berkembang di masyarakat membuktikan bahwa kebudayaan sudah melekat erat di kalangan masyarakat berkelompok dan sangat di junjung tinggi keberadaannya sehingga kebudayaan tersebut tidak menjadi hilang, terutama di zaman teknologi ini dimana kebudayaan luar dapat mudah sekali masuk kedalam suatu kelompok masyarakat atau contohnya Indonesia. Maka tak heran jika adanya perubahan kebudayaan contohnya dimana dulu masyarakat Indonesia khususnya Indonesia dikenal dengan pakaian kebayanya akan tetapi sekarang tidak sedikit wanita Indonesia yang mengabaikan kebaya.
Kebudayaan memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan nilai-nilai kebudayaan tersebut berbeda beda akan tetapi dari keseluruhan nilai kebudayaan yang ada mempunyai orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya.
Dan terdapat lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi  nilai budaya manusia (menurut Kluckhohn) :
1.      Hakikat hidup :
·         Hidup itu buruk
·         Hidup itu baik
·         Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa melakukan dengan sungguh-sungguh dan tetap bersyukur kepada Tuhan agar hidup bisa menjadi baik
·         Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan
2.      Hakikat karya :
·         Karya itu menafkahi atau memenuhi kebutuhan hidup
·         Karya itu untuk kehormatan
3.      Persepsi manusia tentang waktu :
·         Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang beorientasi kepada masa kini pasti akan bekerjasemaksimal mungkin untuk hari-harinya
·         Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan
·         Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran yang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus dilakukannya
4.      Pandangan terhadap alam:
·         Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat
·         Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
·         Manusia berusaha menguasai alam.
5.      Hubungan manusia dengan manusia
·         Orientasi horizontal, rasa ketergantungan antara sesama manusia, contohnya kegiattan bergotong royong
·         Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin
·         Individualisme, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri

Apa itu "Kita"?

 Hallo, apakabar? Pertanyaan itu akan menjadi pertanyaan yang mugkin sepele tapi itu sulit dan mungkin sangat sulit untuk disampaikan. ...