Sabtu, 12 Maret 2016

Manusia dan Kesusastraan

Pendekatan Kesusastraan

Kehidupan manusia seiring berjalannya waktu kebudayaaan di masyarakat akan semakin berkemban sehingga munculah seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya di masyarakat. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat. Munculnya sastra di keidupan masyarakat adalah bertujuan untuk menuangkan gagasan atau pola pikir ke dalam sebuah seni baik berupa puisi, cerpen, atau sastra lainnya.

Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan dari imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi :
· Dongeng: Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
· Hikayat: Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
· Sejarah: Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul.

Prosa baru Meliputi :
· Kisah: Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
· Cerpen: Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya,
· Novel: Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
· Biografi: Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
· Otobiografi: Biografi yang ditulis oleh subyeknya.

Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi yang berupa penghayatan jiwa seorang penyair dalam mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang indah, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.      Figura bahasa
2.      Kata – kata yang bermakna ganda.
3.      Kata – kata berjiwa.
4.      Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.

Tujuan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sebagai
berikut :
1.      Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3.      Puisi dan keinsyafan social

Nilai - nilai dalam prosa fiksi
Sebagai seni yang bertulang panggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawa moral, pesam atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
  1. Prosa fisksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenagan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tidak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
  1. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam nivel sering kita dapat belajar sesiatu uang lebih daripada sejarah atau lapiran jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehiduoab yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali.
  1. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimulai imajinasi, dan merupakan sarana bagi peminfajan uang tak henti-hentinya dan warisan budaya bangsa. Novel se[erti Siti Nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat, layar terkembang mengungkapkan impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti jalan taka da ujung, missal menggambarkan suatu tindakan heroism yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi mengalami secara fisik. Dan oleh karena mahasiswa tidak mengalami secara fisik itulahm jiwa kepahlawanan perlu disentuh melalui hasil-hasil sastra.
  1. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-oengalan dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
Kejadian yang tak mungkin menjadi mungkin yang terdapat dalam fiksi inilah yang memungkinkan pembaca untuk dapat memperluas dan memperdalam persepsi dan wawasannya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan di luar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya. Seorang dokter yang dianggap memiliki status sosial tinggi, tetapi tenyata mendatangi perempuan simpanannya walaupun dengan alasan-alasan psikologis, seperti dikisahkan dalam novel belenggu, adalah cintih kemungkinan yang tidak mungkin. Tetapi justru dari sinilah pembaca memperluas perspektifnya tentang  kehidupan manusia.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jmannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya. Kebanyakan karya sastra Indonesia di jaman Jepang yang dikelompokkan ke dalam kelompok ini.
  2. Karya sastra yang menyuarakan jamannya, biasa tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuaty, akan tetapi untuk merenung. Kedua macam karya sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan dengan jalan menyajikan interaksi tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyai temperamen, pendirian, dan kemauan yang berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan konflik. Konflik dapat terjadi baik di dalam tokoh sendiri maupun diantara tokoh satu dengan lainnya.

Ilmu Budaya Dasar Yang Di Hubungkan Dengan Puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang unsur dari kebudayaan. puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, nyang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.
Tulisan yang bersifat kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1.      Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
2.      Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.      Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.      Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.      Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

contoh puisi :
Kebisuan dalam hati

Kamu
Kamu bagai setetes tinta
Tinta yang tertetes ke sebuah kertas
Dan tinta itu menyebar ke permukaan kertas

Tatapan mu
Bagai lampu sorot
Yang dapat menarik perhatianku
Tapi tak dapat ku jangkau karena terangnya cahaya

Ketika kamu ada
Aku senang
Tapi saat itu juga
Jarak yang memisahkan kita

Kita dihalangi oleh sebuah jurang
Jurang pemisah
Antara si keju
Dan si singkong

Apalah dayaku
Cinta tak tersampaikan
Hanya dapat ku simpan dalam hati
Dan membisu dalam dekapan kesunyian


Jumat, 04 Maret 2016

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibanding yang lainnya, kenapa? Karena manusia tidak hanya diciptakan memiliki tubuh,jiwa, dan roh, tetapi manusia juga diciptakan untuk memiliki akal pikiran, akal pikiran untuk bisa berpikir secara luas ataupun memutuskan sesuatu.


 Dan pada hakikatnya manusia adalah:
1.      Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya
2.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3.      Makhluk yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.      Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri , membantu orang lain dan membuat dunia untuk ditempati.
6.      Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudannya merupakan ketakterdugaan dengan pitensi yang tak terbatas.
7.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial
  
Manusia juga adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, sehingga kebanyakan dari manusia hidup dalam berkelompok, dari kehidupan manusia berkelompok inilah terbentuklah kebudayaan-kebudayaan.
Apa itu kebudayaan? Kebudayaan adalah suatu sikap atau cara hidup sekelompok manusia, dan diwariskan ke generasi selanjutnya. Kebudayaan dapat meliputi sitem politik, adat istiadat,bahasa,perkakas,pakaian, agama, bangunan, dan karya seni. Adanya kebudayaan dalam suatu kelompok manusia adalah untuk menjalin suatu komunikasi di dalam kelompok tersebut dan mempunyai sifat untuk mempererat jalin persaudaraan di dalam suatu kelompok tersebut.
Kebudayaan atau kehidupan masyarakat di Indonesia didominasi oleh kebudayaan bangsa timur. Kebudayaan bangsa timur terkenal dengan keramahtamahannya, seperti ketika saling bertemu saling memberi salam, tersenyum atau berbasa si menawarkan makanan atau minuman antara satu dengan lainnya. Bangsa timur juga sangat menjujung tinggi nilai-nilai moral atau norma-norma yang ada pada lingkungan masyarakat mereka.
Contohnya nilai kesopanan, seorang anak atau yang lebih muda harus menyalam tangan dan mencium tangan orang yang lebih tua yang tujuannya unuk menunjukan rasa hormat kepada yang lebih tua.
Kebudayaan atau kepribadian bangsa timur juga terkenal dengan sifat yang tidak individualisme dan salig tolong menolong antara yang satu dengan yang lainnya contohnya di Indonesia adanya kegiatan gotong royong yang diadakan dalam suatu daerah. Bangsa timur juga terkenal dengan ikatan tali silaturahmi yang kuat antara satu dengan lainnya, sehingga dapat mempererat jalinan antara individu satu dengan lainnya.

Kebudayaan memiliki 7 unsur, yaitu:
1.      Sistem bahasa
2.      Sistem pengetahuan
3.      Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
4.      Sistem peralatan hidup dan teknologi
5.      Sistem ekonomi/mata pencaharian hidup
6.      Ssitem religi
7.      Kesenian

Dari ketujuh unsur kebudayaan membuktikan bahawa adanya kaitan manusia dan kebudayaan,kaitannya apa? Kaitannya manusia dan kebudayaan adalah dari kebudayaan tersebut dapat terjalinnya sebuah komunikasi atau interaksi sosial antara individu satu dengan yang individu lainnya, contohnya dari sistem bahasa seorang yang berasal dari suku batak ketika bertemu dengan suku batak lainnya mereka bisa berinteraksi satu sama lain sehingga terbangunnya hubungan interaksi yang erat, karena mereka merasa memiliki kesamaan kebudayaan sehingga merasa adanya hubungan komunikasi yang erat.

Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu:
1.      Ide/gagasan adalah suatu pola pikir yang telah berkembang di masyarakat dan dipercayai sebagai pedoman.
2.      Aktifitas adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan masyarakat yang mempunyai tujuan untuk menunjukan rasa syukurnya kepada Tuhan contohnya upacara panen padi dan kegiatan tersebut telah turun temurun dilakukan.
3.      Peninggalan, adalah hasil karya atau benda yang diturunkan dari generasi ke generasi yang bersifat diwariskan dan sebagai bukti bahwa adanya kebudayaan.

Adanya wujud kebudayaan yang berkembang di masyarakat membuktikan bahwa kebudayaan sudah melekat erat di kalangan masyarakat berkelompok dan sangat di junjung tinggi keberadaannya sehingga kebudayaan tersebut tidak menjadi hilang, terutama di zaman teknologi ini dimana kebudayaan luar dapat mudah sekali masuk kedalam suatu kelompok masyarakat atau contohnya Indonesia. Maka tak heran jika adanya perubahan kebudayaan contohnya dimana dulu masyarakat Indonesia khususnya Indonesia dikenal dengan pakaian kebayanya akan tetapi sekarang tidak sedikit wanita Indonesia yang mengabaikan kebaya.
Kebudayaan memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan nilai-nilai kebudayaan tersebut berbeda beda akan tetapi dari keseluruhan nilai kebudayaan yang ada mempunyai orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya.
Dan terdapat lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi  nilai budaya manusia (menurut Kluckhohn) :
1.      Hakikat hidup :
·         Hidup itu buruk
·         Hidup itu baik
·         Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa melakukan dengan sungguh-sungguh dan tetap bersyukur kepada Tuhan agar hidup bisa menjadi baik
·         Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan
2.      Hakikat karya :
·         Karya itu menafkahi atau memenuhi kebutuhan hidup
·         Karya itu untuk kehormatan
3.      Persepsi manusia tentang waktu :
·         Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang beorientasi kepada masa kini pasti akan bekerjasemaksimal mungkin untuk hari-harinya
·         Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan
·         Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran yang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus dilakukannya
4.      Pandangan terhadap alam:
·         Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat
·         Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
·         Manusia berusaha menguasai alam.
5.      Hubungan manusia dengan manusia
·         Orientasi horizontal, rasa ketergantungan antara sesama manusia, contohnya kegiattan bergotong royong
·         Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin
·         Individualisme, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri

Kamis, 21 Januari 2016

Agama


Agama berasal dari bahasa sansekerta “agama” yang berarti tradisi sedangkan dari kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali, yang maksudnya adalah dengan religi seseorang mengikat dirinya dengan Tuhan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia agama merupakan system atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan.

Fungsi agama dalam masyarakat:
1.      Fungsi agama ialah sebagai pedoman hidup, penuntun hidup sehingga hidup mempunyai suatu tujuan, agama mmpunyai ketentuan hidup yang baik di dunia.
2.      Fungsi agama dalam masyarakat ialah Sebagai suatu sarana komunikasi antar umat beragama untuk bertukar pikiran secara positif.

Dimensi agama dalam komitmen
1.      Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
2.      Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
3.      Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan.
4.      Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu.
5.      Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan

Pelembagaan Agama
Pengertian pelembagaan agama itu sendiri ialah alasan apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh kepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari.

3 tipe kaitan agama dengan masyarakat:
1.      Masyarakat dan nilai-nilai sakral.
2.      Masyarakat-masyarakat pra industri yang sedang berkembang.
3.      Masyarakat-masyarakat industri sekuler.

Agama, Konflik, dan masyarakat
Agama di masyarakat kini berkembang banyak, sehingga membuat adanya suatu perbedaan yang menghalangi kontak sosial antara individu masyarakat, bahkan tak sedikit konflik di masyarakat tentang perbedaan agama di kehidupan sehari-sehari, seperti agama minoritas dan mayoritas.
Konflik agama minoritas dan mayoritas adalah konflik yang paling sering ada dalam masyarakat, seperti satu daerah dimana daerah tersebut mayoritas agama muslim yang tidak mengizinkan adanya pembangunan sarana ibadah atau gereja untuk masyarakat yang beragama kristen yang pada saat itu menjadi masyarakat minoritas, ataupun sebaliknya dimana daerah tersebut mayoritas agama kristen sehingga melarang agama muslim yang saat itu sebagai minoritas untuk membangun sara ibadah atau masjid.
Permasalah konflik dan tindakan kekerasan ini kemudian mengarah kepada pertanyaan mengenai kebebasan memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam UUD 1945, pasal 29 Ayat 2, sudah jelas dinyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam memeluk agama dan akan mendapat perlindungan dari negara.
Pada awal era Reformasi, lahir kebijakan nasional yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Namun secara perlahan politik hukum kebijakan keagamaan di negeri ini mulai bergeser kepada ketentuan yang secara langsung membatasi kebebasan beragama. Kondisi ini kemudian menyebabkan terulangnya kondisi yang mendorong menguatnya pemanfaatan kebijakan-kebijakan keagamaan pada masa lampau yag secara substansial bertentangan dengan pasal HAM dan konstitusi di Indonesia.
Seharusnya kita sebagai rakyat Indonesia yang dikenal memiliki keanekaragaman suku, bangsa, terutama agama karena tujuan agama adalah menuntun hidup kepada jalan yang benar dan untuk mendekat diri kepada Tuhan adalah baik, ketika pemahaman di suatu masyarakat itu sama dan sepikiran dapat mempunyai ikatan komunikasi yang lebih kuat, sehingga dapat terwujudnya kesejahteraan di antara masyarakat, dan menghilangkan rasa ketakutan di agama minoritas.

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Nilai

Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
4 hal sikap ilmiah :
  1. Rasa ingin tahu
  2. Objektif/ jujur (sesuai fakta yang ada, dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi)
  3. Teliti (tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan)
  4. Terbuka (mau menerima pendapat yang benar dari orang lain)
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 (tiga) komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya dimana ketiganya erat kaitannya dengan nilai moral yaitu:
1.      Ontologis (Objek Formal Pengetahuan)
Ontologis dapat diartikan hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahannya.
2.      Epistemologis
Epistemologis seperti diuraikan diatas hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh pengetahuan.
3.      Aksiologis
Aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri.

Definisi Teknologi
1.      Menurut Poerbahawadja Harahap, Teknologi adalah : 
Ilmu yang menyelidiki cara- cara kerja di dalam teknik, ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik- pabrik dan industri- industri.
2.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158), Teknologi adalah :
Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan,keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
3.      Dalam Random House Dictionary seperti dikutip Naisbitt (2002 : 46) . :
Teknologi adalah sebagai benda, sebuah obyek, bahan dan wujud yang jelas- jelas berbeda dengan manusia.
4.      Definisi Teknologi menurut Wikipedia situs wiki terbesar di Dunia ini:
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
5.      Menurut Miarso (2007 : 62) : 
Teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem.
Ciri-ciri fenomena teknik pada masayarakat
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis  menjadi kegiatan teknis
  4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
  5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
  6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.

Ciri-ciri teknologi masyarakat barat
  1. Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dan lain-lain, sehingga lebih akrab dengan kaum elit daripada dengan buruh itu sendiri
  2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan.
  3. Kosmologi atau pandangan teknologi Barat adalah: menganggap dirinya sebagai pusat yang lain.

Kemiskinan adalah kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok.Dikatakan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh (Emil Salim, 1982).
Ciri-ciri manusia yang hidup dibawah garis kemiskinan
  1. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dll.
  2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usah.
  3. Tingkat pendidikan yang rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan.
  4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (serabutan) berusaha apa saja.
  5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Fungsi kemiskinan
Menurut teori Fungsionalis dari Statifikasi (tokohnya Davis), kemiskinan memiliki sejumlah fungsi yaitu:
1.      Fungsi Ekonomi
Penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu menimbulkan dana sosial, membuka lapangan kerja baru dan memanfaatkan barang bekas (masyarakat pemulung).
2.      Fungsi Sosial
Menimbulkan altruisme (kebaikan spontan) dan perasaan, sumber imajinasi kesulitan hidup bagi si kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain dan merangsang munculnya badan amal.
3.      Fungsi Kultural
Sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesama manusia.
4.      Fungsi Politik
Berfungsi sebagai kelompok gelisan atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.    
Walaupun kemiskinan mempunyai fungsi, bukan berarti menyetujui lembaga tersebut. Tetapi karena kemiskinan berfungsi maka harus dicarikan fungsi lain sebagai pengganti.

Apa itu "Kita"?

 Hallo, apakabar? Pertanyaan itu akan menjadi pertanyaan yang mugkin sepele tapi itu sulit dan mungkin sangat sulit untuk disampaikan. ...