Jumat, 04 Maret 2016

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibanding yang lainnya, kenapa? Karena manusia tidak hanya diciptakan memiliki tubuh,jiwa, dan roh, tetapi manusia juga diciptakan untuk memiliki akal pikiran, akal pikiran untuk bisa berpikir secara luas ataupun memutuskan sesuatu.


 Dan pada hakikatnya manusia adalah:
1.      Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya
2.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3.      Makhluk yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.      Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri , membantu orang lain dan membuat dunia untuk ditempati.
6.      Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudannya merupakan ketakterdugaan dengan pitensi yang tak terbatas.
7.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial
  
Manusia juga adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, sehingga kebanyakan dari manusia hidup dalam berkelompok, dari kehidupan manusia berkelompok inilah terbentuklah kebudayaan-kebudayaan.
Apa itu kebudayaan? Kebudayaan adalah suatu sikap atau cara hidup sekelompok manusia, dan diwariskan ke generasi selanjutnya. Kebudayaan dapat meliputi sitem politik, adat istiadat,bahasa,perkakas,pakaian, agama, bangunan, dan karya seni. Adanya kebudayaan dalam suatu kelompok manusia adalah untuk menjalin suatu komunikasi di dalam kelompok tersebut dan mempunyai sifat untuk mempererat jalin persaudaraan di dalam suatu kelompok tersebut.
Kebudayaan atau kehidupan masyarakat di Indonesia didominasi oleh kebudayaan bangsa timur. Kebudayaan bangsa timur terkenal dengan keramahtamahannya, seperti ketika saling bertemu saling memberi salam, tersenyum atau berbasa si menawarkan makanan atau minuman antara satu dengan lainnya. Bangsa timur juga sangat menjujung tinggi nilai-nilai moral atau norma-norma yang ada pada lingkungan masyarakat mereka.
Contohnya nilai kesopanan, seorang anak atau yang lebih muda harus menyalam tangan dan mencium tangan orang yang lebih tua yang tujuannya unuk menunjukan rasa hormat kepada yang lebih tua.
Kebudayaan atau kepribadian bangsa timur juga terkenal dengan sifat yang tidak individualisme dan salig tolong menolong antara yang satu dengan yang lainnya contohnya di Indonesia adanya kegiatan gotong royong yang diadakan dalam suatu daerah. Bangsa timur juga terkenal dengan ikatan tali silaturahmi yang kuat antara satu dengan lainnya, sehingga dapat mempererat jalinan antara individu satu dengan lainnya.

Kebudayaan memiliki 7 unsur, yaitu:
1.      Sistem bahasa
2.      Sistem pengetahuan
3.      Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
4.      Sistem peralatan hidup dan teknologi
5.      Sistem ekonomi/mata pencaharian hidup
6.      Ssitem religi
7.      Kesenian

Dari ketujuh unsur kebudayaan membuktikan bahawa adanya kaitan manusia dan kebudayaan,kaitannya apa? Kaitannya manusia dan kebudayaan adalah dari kebudayaan tersebut dapat terjalinnya sebuah komunikasi atau interaksi sosial antara individu satu dengan yang individu lainnya, contohnya dari sistem bahasa seorang yang berasal dari suku batak ketika bertemu dengan suku batak lainnya mereka bisa berinteraksi satu sama lain sehingga terbangunnya hubungan interaksi yang erat, karena mereka merasa memiliki kesamaan kebudayaan sehingga merasa adanya hubungan komunikasi yang erat.

Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu:
1.      Ide/gagasan adalah suatu pola pikir yang telah berkembang di masyarakat dan dipercayai sebagai pedoman.
2.      Aktifitas adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan masyarakat yang mempunyai tujuan untuk menunjukan rasa syukurnya kepada Tuhan contohnya upacara panen padi dan kegiatan tersebut telah turun temurun dilakukan.
3.      Peninggalan, adalah hasil karya atau benda yang diturunkan dari generasi ke generasi yang bersifat diwariskan dan sebagai bukti bahwa adanya kebudayaan.

Adanya wujud kebudayaan yang berkembang di masyarakat membuktikan bahwa kebudayaan sudah melekat erat di kalangan masyarakat berkelompok dan sangat di junjung tinggi keberadaannya sehingga kebudayaan tersebut tidak menjadi hilang, terutama di zaman teknologi ini dimana kebudayaan luar dapat mudah sekali masuk kedalam suatu kelompok masyarakat atau contohnya Indonesia. Maka tak heran jika adanya perubahan kebudayaan contohnya dimana dulu masyarakat Indonesia khususnya Indonesia dikenal dengan pakaian kebayanya akan tetapi sekarang tidak sedikit wanita Indonesia yang mengabaikan kebaya.
Kebudayaan memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan nilai-nilai kebudayaan tersebut berbeda beda akan tetapi dari keseluruhan nilai kebudayaan yang ada mempunyai orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya.
Dan terdapat lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi  nilai budaya manusia (menurut Kluckhohn) :
1.      Hakikat hidup :
·         Hidup itu buruk
·         Hidup itu baik
·         Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa melakukan dengan sungguh-sungguh dan tetap bersyukur kepada Tuhan agar hidup bisa menjadi baik
·         Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan
2.      Hakikat karya :
·         Karya itu menafkahi atau memenuhi kebutuhan hidup
·         Karya itu untuk kehormatan
3.      Persepsi manusia tentang waktu :
·         Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang beorientasi kepada masa kini pasti akan bekerjasemaksimal mungkin untuk hari-harinya
·         Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan
·         Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran yang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus dilakukannya
4.      Pandangan terhadap alam:
·         Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat
·         Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
·         Manusia berusaha menguasai alam.
5.      Hubungan manusia dengan manusia
·         Orientasi horizontal, rasa ketergantungan antara sesama manusia, contohnya kegiattan bergotong royong
·         Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin
·         Individualisme, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri

Kamis, 21 Januari 2016

Agama


Agama berasal dari bahasa sansekerta “agama” yang berarti tradisi sedangkan dari kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali, yang maksudnya adalah dengan religi seseorang mengikat dirinya dengan Tuhan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia agama merupakan system atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan.

Fungsi agama dalam masyarakat:
1.      Fungsi agama ialah sebagai pedoman hidup, penuntun hidup sehingga hidup mempunyai suatu tujuan, agama mmpunyai ketentuan hidup yang baik di dunia.
2.      Fungsi agama dalam masyarakat ialah Sebagai suatu sarana komunikasi antar umat beragama untuk bertukar pikiran secara positif.

Dimensi agama dalam komitmen
1.      Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
2.      Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
3.      Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan.
4.      Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu.
5.      Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan

Pelembagaan Agama
Pengertian pelembagaan agama itu sendiri ialah alasan apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh kepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari.

3 tipe kaitan agama dengan masyarakat:
1.      Masyarakat dan nilai-nilai sakral.
2.      Masyarakat-masyarakat pra industri yang sedang berkembang.
3.      Masyarakat-masyarakat industri sekuler.

Agama, Konflik, dan masyarakat
Agama di masyarakat kini berkembang banyak, sehingga membuat adanya suatu perbedaan yang menghalangi kontak sosial antara individu masyarakat, bahkan tak sedikit konflik di masyarakat tentang perbedaan agama di kehidupan sehari-sehari, seperti agama minoritas dan mayoritas.
Konflik agama minoritas dan mayoritas adalah konflik yang paling sering ada dalam masyarakat, seperti satu daerah dimana daerah tersebut mayoritas agama muslim yang tidak mengizinkan adanya pembangunan sarana ibadah atau gereja untuk masyarakat yang beragama kristen yang pada saat itu menjadi masyarakat minoritas, ataupun sebaliknya dimana daerah tersebut mayoritas agama kristen sehingga melarang agama muslim yang saat itu sebagai minoritas untuk membangun sara ibadah atau masjid.
Permasalah konflik dan tindakan kekerasan ini kemudian mengarah kepada pertanyaan mengenai kebebasan memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam UUD 1945, pasal 29 Ayat 2, sudah jelas dinyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam memeluk agama dan akan mendapat perlindungan dari negara.
Pada awal era Reformasi, lahir kebijakan nasional yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Namun secara perlahan politik hukum kebijakan keagamaan di negeri ini mulai bergeser kepada ketentuan yang secara langsung membatasi kebebasan beragama. Kondisi ini kemudian menyebabkan terulangnya kondisi yang mendorong menguatnya pemanfaatan kebijakan-kebijakan keagamaan pada masa lampau yag secara substansial bertentangan dengan pasal HAM dan konstitusi di Indonesia.
Seharusnya kita sebagai rakyat Indonesia yang dikenal memiliki keanekaragaman suku, bangsa, terutama agama karena tujuan agama adalah menuntun hidup kepada jalan yang benar dan untuk mendekat diri kepada Tuhan adalah baik, ketika pemahaman di suatu masyarakat itu sama dan sepikiran dapat mempunyai ikatan komunikasi yang lebih kuat, sehingga dapat terwujudnya kesejahteraan di antara masyarakat, dan menghilangkan rasa ketakutan di agama minoritas.

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Nilai

Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
4 hal sikap ilmiah :
  1. Rasa ingin tahu
  2. Objektif/ jujur (sesuai fakta yang ada, dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi)
  3. Teliti (tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan)
  4. Terbuka (mau menerima pendapat yang benar dari orang lain)
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 (tiga) komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya dimana ketiganya erat kaitannya dengan nilai moral yaitu:
1.      Ontologis (Objek Formal Pengetahuan)
Ontologis dapat diartikan hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahannya.
2.      Epistemologis
Epistemologis seperti diuraikan diatas hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh pengetahuan.
3.      Aksiologis
Aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri.

Definisi Teknologi
1.      Menurut Poerbahawadja Harahap, Teknologi adalah : 
Ilmu yang menyelidiki cara- cara kerja di dalam teknik, ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik- pabrik dan industri- industri.
2.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158), Teknologi adalah :
Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan,keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
3.      Dalam Random House Dictionary seperti dikutip Naisbitt (2002 : 46) . :
Teknologi adalah sebagai benda, sebuah obyek, bahan dan wujud yang jelas- jelas berbeda dengan manusia.
4.      Definisi Teknologi menurut Wikipedia situs wiki terbesar di Dunia ini:
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
5.      Menurut Miarso (2007 : 62) : 
Teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem.
Ciri-ciri fenomena teknik pada masayarakat
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis  menjadi kegiatan teknis
  4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
  5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
  6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.

Ciri-ciri teknologi masyarakat barat
  1. Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dan lain-lain, sehingga lebih akrab dengan kaum elit daripada dengan buruh itu sendiri
  2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan.
  3. Kosmologi atau pandangan teknologi Barat adalah: menganggap dirinya sebagai pusat yang lain.

Kemiskinan adalah kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok.Dikatakan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh (Emil Salim, 1982).
Ciri-ciri manusia yang hidup dibawah garis kemiskinan
  1. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dll.
  2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usah.
  3. Tingkat pendidikan yang rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan.
  4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (serabutan) berusaha apa saja.
  5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Fungsi kemiskinan
Menurut teori Fungsionalis dari Statifikasi (tokohnya Davis), kemiskinan memiliki sejumlah fungsi yaitu:
1.      Fungsi Ekonomi
Penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu menimbulkan dana sosial, membuka lapangan kerja baru dan memanfaatkan barang bekas (masyarakat pemulung).
2.      Fungsi Sosial
Menimbulkan altruisme (kebaikan spontan) dan perasaan, sumber imajinasi kesulitan hidup bagi si kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain dan merangsang munculnya badan amal.
3.      Fungsi Kultural
Sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesama manusia.
4.      Fungsi Politik
Berfungsi sebagai kelompok gelisan atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.    
Walaupun kemiskinan mempunyai fungsi, bukan berarti menyetujui lembaga tersebut. Tetapi karena kemiskinan berfungsi maka harus dicarikan fungsi lain sebagai pengganti.

Senin, 21 Desember 2015

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarkat

A.   Integrasi Masyarakat

integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
·         Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
·         Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :
·         Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)
·         Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.
Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1.      kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2.      kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3.       kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4.      kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5.      kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6.      kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7.      kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8.      kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Kenyataan-kenyataan seperti itu menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik. Permasalahan utama dalam tinjauan konflik ini adalah adanya jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan dan hasilnya kenyataan itu disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda antara pemerintah atau penguasa sebagai pemegang kendali ideologi dengan berbagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideologi.
Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:
1.      fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
2.      fase dis-integrasi yaitu pernyataan tidak setuju.
·        Fase dis-integrasi ini memiliki tahapan (Menurut Walter W. Martin dkk):
Ketidaksepahaman anggota kelompok tentang tujuan yang dicapai.
1.      norma sosial tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati.
2.      norma yang telah dihayati bertentangan satu sama lain.
3.      sanksi sudah menjadi lemah
4.      tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.
B.   Diskriminasi dan Ethosentris
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.
Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi.
Diskriminasi terbagi menjadi 2 :
1.      Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
2.      Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.Diskriminasi ditempat kerja
Diskriminasi dapat terjadi dalam berbagai macam bentuk:
1.      Dari struktur upah
2.      Cara penerimaan karyawan
3.      Strategi yang diterapkan dalam kenaikan jabatan, atau
4.      Kondisi kerja secara umum yang bersifat diskriminatif.
Diskriminasi di tempat kerja berarti mencegah seseorang memenuhi aspirasi profesional dan pribadinya tanpa mengindahkan prestasi yang dimilikinya.
Teori statistik diskriminasi berdasar pada pendapat bahwa perusahaan tidak dapat mengontrol produktivitas pekerja secara individual. Alhasil, pengusaha cenderung menyandarkan diri pada karakteristik-karakteristik kasat mata, seperti ras atau jenis kelamin, sebagai indikator produktivitas, seringkali diasumsikan anggota dari kelompok tertentu memiliki tingkat produktivitas lebih rendah.
Etnosentrisme cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing, etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budayanya sendiri. “ ( The Random House Dictionary ).
Ada satu suku Eskimo yang menyebut diri mereka suku Inuit yang berarti “penduduk sejati” [Herbert, 1973, hal.2]. Sumner menyebutkan pandangan ini sebagai etnosentrisme, yang secara formal didefinisikan sebagai “pandangan bahwa kelompoknya sendiri” adalah pusat segalanya dan semua kelompok lain dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompok tadi [Sumner, 1906, hal.13]. Secara kurang formal etnosentrisme adalah kebiasaan setiap kelompok untuk menganggap kebudayaan kelompoknya sebagai kebudayaan yang paling baik.
Etnosentrisme terjadi jika masing-masing budaya bersikukuh dengan identitasnya, menolak bercampur dengan kebudayaan lain. Porter dan Samovar mendefinisikan etnosentrisme seraya menuturkan, “Sumber utama perbedaan budaya dalam sikap adalah etnosentrisme, yaitu kecenderungan memandang orang lain secara tidak sadar dengan menggunakan kelompok kita sendiri dan kebiasaan kita sendiri sebagai kriteria untuk penilaian. Makin besar kesamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka dengan kita; makin besar ketidaksamaan, makin jauh mereka dari kita. Kita cenderung melihat kelompok kita, negeri kita, budaya kita sendiri, sebagai yang paling baik, sebagai yang paling bermoral.”
Etnosentrisme membuat kebudayaan kita sebagai patokan untuk mengukur baik-buruknya kebudayaan lain dalam proporsi kemiripannya dengan budaya kita. Ini dinyatakaan dalam ungkapan : “orang-orang terpilih”, “progresif”, “ras yang unggul”, dan sebagainya. Biasanya kita cepat mengenali sifat etnosentris pada orang lain dan lambat mengenalinya pada diri sendiri.
Sebagian besar, meskipun tidak semuanya, kelompok dalam suatu masyarakat bersifat etnosentrisme. Semua kelompok merangsang pertumbuhan etnosentrisme, tetapi tidak semua anggota kelompok sama etnosentris. Sebagian dari kita adalah sangat etnosentris untuk mengimbangi kekurangan-kekurangan kita sendiri. Kadang-kadang dipercaya bahwa ilmu sosial telah membentuk kaitan erat antara pola kepribadian dan etnosentrisme.
Kecenderungan etnosentrisme berkaitan erat dengan kemampuan belajar dan berprestasi. Dalam buku The Authoritarian Personality, Adorno (1950) menemukan bahwa orang-orang etnosentris cenderung kurang terpelajar, kurang bergaul, dan pemeluk agama yang fanatik. Dalam pendekatan ini, etnosentrisme didefinisikan terutama sebagai kesetiaan yang kuat dan tanpa kritik pada kelompok etnis atau bangsa sendiri disertai prasangka terhadap kelompok etnis dan bangsa lain. Yang artinya orang yang etnosentris susah berasimilasi dengan bangsa lain, bahkan dalam proses belajar-mengajar.
       Etnosentrisme akan terus marak apabila pemiliknya tidak mampu melihat human encounter sebagai peluang untuk saling belajar dan meningkatkan kecerdasan, yang selanjutnya bermuara pada prestasi. Sebaliknya, kelompok etnis yang mampu menggunakan perjumpaan mereka dengan kelompok-kelompok lain dengan sebaik-baiknya, di mana pun tempat terjadinya, justru akan makin meninggalkan etnosentrisme. Kelompok semacam itu mampu berprestasi dan menatap masa depan dengan cerah.
Etnosentrisme mungkin memiliki daya tarik karena faham tersebut mengukuhkan kembali “keanggotaan” seseorang dalam kelompok sambil memberikan penjelasan sederhana yang cukup menyenangkan tentang gejala sosial yang pelik. Kalangan kolot, yang terasing dari masyarakat, yang kurang berpendidikan, dan yang secara politis konservatif bisa saja bersikap etnosentris, tetapi juga kaum muda, kaum yang berpendidikan baik, yang bepergian jauh, yang berhaluan politik “kiri” dan yang kaya [Ray, 1971; Wilson et al, 1976]. Masih dapat diperdebatkan apakah ada suatu variasi yang signifikan, berdasarkan latar belakang sosial atau jenis kepribadian, dalam kadar etnosentris seseorang.
C.   Pertentangan Sosial Ketegangan Masyarakat
Konflik (Pertentangan) cenderung menimbulkan respon-respon yang bernada ketakutan atau kebencian. Konflik dapat memberikan akibat yang merusak terhadap diri seseorang, anggota kelompok. Konflik dapat mengakibatkan kekuatan yang konstruktif dalam hubungan kelompok.
Ada 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik:

1.      Terdapat 2 atau lebih unit-unit atau bagian-bagian yang terlibat konflik.
2.       Unit tersebut mempunyai perbedaan yang tajam (kebutuhan, tujuan, masalah, nilai, sikap dan gagasan).
3.      Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.Terjadinya konflik bisa pada didalam diri seseorang, didalam kelompok dan didalam masyarakat.

·         Cara-cara pemecahan konflik :

1.      Elimination
Yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, diungkapkan dengan “kami mengalah”, “kami keluar”, “kami membentuk kelompok sendiri”.
2.      Subjugation/Domination
Yaitu orang/pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang/pihak lain untuk mentaatinya.
3.      Majority Rule
Yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting, akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4.      Minority Consent
Yaitu kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.
5.      Compromise
Yaitu semua sub kelompok yang terlibat di dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
6.      Integration
Yaitu pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.

D.   GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL
Integrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi masyarakat dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupakan tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
E.    Bentuk Integrasi sosial

1.      Asimilasi yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.
2.      Alkulturasi yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan

F.    Faktor-Faktor terjadinya masalah sosial
1.      Faktor Internal
Faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, karena biasanya timbul dari suatu perasaan yang dialami oleh seorang individu itu sendiri.

·         Kesadaran diri sebagai makhluk sosial
·         Tuntutan kebutuhan
·         Jiwa dan semangat gotong royong
2.      Faktor External
Faktor yang berasal dari luar diri individu itu sendiri, karena biasanya timbul dari suatu masalah yang dialami oleh seorang individu itu sendiri di dalam lingkungan sosialnya
·         Tuntutan perkembangan zaman
·         Persamaan kebudayaan
·         Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
·         Persaman visi, misi, dan tujuan
·         Sikap toleransi
·         Adanya kosensus nilai
·         Adanya tantangan dari luar

G.   Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial

1.      Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, Maka pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
2.      Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.

H.   INTEGRASI NASIONAL
Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah (Mahfud MD, 1993: 71).
  1. Integrasi tidak sama dengan pembauran atau asimilasi.
  2. Integrasi diartikan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial.
  3. Pembauran dapat berarti asimilasi dan amalganasi.
  4. Integrasi kebudayaan berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai berapa unsur kebudayaan (cultural traits) mereka, yang berbeda atau bertentangan, agar dapat dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras (harmonis).
  5. Melalui difusi (penyebaran), di mana-mana unsur kebudayaan baru diserap ke dalam suatu kebudayaan yang berada dalam keadaan konflik dengan unsur kebudayaan tradisional tertentu.

Apa itu "Kita"?

 Hallo, apakabar? Pertanyaan itu akan menjadi pertanyaan yang mugkin sepele tapi itu sulit dan mungkin sangat sulit untuk disampaikan. ...